JAH RULES THE CREATIONAda alasan lain mengapa saya menyukai Bob Marley. Alasan itu bukanlah hanya album Legend-nya Bob Marley, merchandise tiga warna yang keren-keren itu dan (tentu saja) the weed. Kamu barangkali sering mendengar kata-kata Zion, Babylon, Exodus, Dreadlock, Jah dan sebagainya. That is kata-kata yang sangat common di dunia Rastafari. Yeah dan Rastafari adalah alasan bagus lain mengapa saya menyukai Bob, dan musik reggae.
"You cant rule the world with vigor and guns and bullets. It's love that rules the world" itulah quote penting dari Travor Stewart, salah seorang Rastafari yang memimpin sekte Bobo Ashanti. If that reminds you of hippie, Rastafari ini berbeda dengan hippie.
Rastafari mungkin adalah bentuk lebih kompleksnya semangat hippie, karena Rastafari cinta damai dan Rastafari timbul sebagai penentangan perbudakan oleh bule yang mereka alami selama berabad-abad. Jadi begini, Rasta atau Rastafari adalah kultur/way of life kaum kulit hitam yang dibajak ke Jamaica dan dijadikan budak karena itu mereka menentang segala macam bentuk kekerasan dalam hidup dan menganggap semua orang sama derajatnya. Dan bagi mereka Haile Selassie I, bekas pemimpin Ethiopia sebagai Jah (yaitu nama lain kaum Rastafari untuk Tuhan).
Gerakan ini berkembang di Jamaica awal tahun 1930-an di antara kaum pekerja dan di antara orang-orang yang sangat-sangat miskin, yang merasa kehidupan bermasyarakat tidak menawarkan apapun melainkan kesengsaraan belaka. Secara sosial, Rastafarian adalah respon terhadap rasisme yang dialami orang kulit hitam di Jamaika pada tahun 1930-an, di mana keberadaan orang kulit hitam menduduki posisi paling bawah dalam strata sosialnya sementara orang kulit putih dengan agama dominannya yaitu Kristen duduk paling atas.
Gerakan ini juga dipelopori oleh seorang pahlawan kulit hitam di Jamaika; Marcus Mosiah Garvey yang memberanikan mereka untuk bangga terhadap diri sendiri dan terhadap warisan yang dimilikinya, menginspirasi Rasta-man untuk menggali nilai-nilai Afrika lebih dalam lagi. Itulah mengapa mereka berusaha untuk hidup dekat dengan alam dan menjadi bagian dengan alam bebas karena hal itu adalah yang leluhur mereka (orang Afrika) lakukan. Pendekatan mereka terhadap leluhur mereka dan juga alam dapat dilihat dari kedekatan mereka dengan hal-hal seperti dreadlocks a.k.a. gimbal, ganja dan ital food (makanan alami) dalam seluruh aspek kehidupan Rasta-man.
Salah satu simbol dari Rastafari adalah warna merah, emas (kuning) dan hijau, diambil dari warna bendera Eitopia. Mereka adalah perlambangan dari merah; warna darah yang tertumpah dalam perjuangan; hijau adalah perlambangan kemakmuran dan hijaunya alam Afrika sedangkan emas adalah lambang kemakmuran dan kesejahteraan Afrika. And so now we know, feel free untuk mengenakan aksesoris tiga warna itu sekarang. Yeah!
Sekarang kita membicarakan Ras Tafar i Makonnen, yang menobatkan Haile Selassie 1, Kaisar Etiopia sebagai penjelmaan Tuhan yang disebut dengan Jah. Jah atau Jah Rastafari adalah sebutan para Rasta untuk memanggil Selassie dan mereka percaya juga bahwa ada kekuatan besar di balik nama Jah ini. Dan itu juga mengapa mereka menyebut diri mereka dengan sebutan Rastafari (pronounced Rasta-FAR-I) Untuk mengambarkan hubungan personal setiap penganut Rasta dengan Selassie I. Keabadian ragawi juga sebuah ide yang cool dari para Rastafrian. Bahwa beberapa the choosen one diantara mereka akan terus hidup selamanya di dalam tubuh mereka tempati itu.
Sebuah contoh akan kepercayan hal itu terjadi dalam penolakan Om Bob untuk menulis surat wasiat, ketika sedang sakit parah oleh penyakit kanker ganasnya. Karena menurutnya dengan menulis surat wasiat berarti dia menyerahkan diri pada kematian dan tidak percaya bahwa dia mempunyai kesempatan untuk hidup terus.
Dreadlocks, ganja & other rastafari things
Dreadlocks merupakan simbol. Yang melambangkan roots-nya Rastafarian dan kekontrasan terhadap kaum bule yang berambut pirang keemasan lurus. Hal itu juga ditunjukan dalam kitabnya mereka. "No botak, no potong jambang". Dan dreadlocks ini juga merupakan salah satu usaha mereka untuk lebih dekat dengan alam, seperti yang disebutkan sebelumnya diatas tadi.
Ganja merupakan bahasa kaum Rasta untuk menyebut Marijuana. Digunakan untuk tujuan relegius untuk mendekatkan diri kepada Jah. Biasanya mereka punya upacara keagaman khusus dimana para Rasta berkumpul dan merokok ganja sambil mengobrol masalah ektika sosial dan keagamaan. Orang yang mendapat kehormatan menyulut ganjanya biasanya membaca doa pendek dulu. Kemudian ganja itu dioper searah jarum jam agar semuanya kebagian giliran.
Mereka juga punya hari libur besar yang dinamakan dengan Binghi/Nyabingi; yang berarti kembali ke hal-hal tradisional yang mulai punah. Perayaan Binghi ditandai dengan berdansa, bernyanyi-nyanyi ria, berpuasa dan merokok ganja. Bahasa lainnya dari ganja di Jamaika adalah iley, callie dan holy herb.
Ethiopia/Heaven/Zion Eitiopia adalah surga dunia milik kaum Rasta. Nama lain Etiopia adalah Zion atau Heaven. Mereka tidak percaya adanya surga atau neraka seperti kebanyakan agama lainnya. Karena mereka merasa bahwa nenek moyang mereka melakukan sesuatu secara tidak sengaja sehingga menghina Jah dan membawa kaum mereka ke dalam jurang perbudakan di dunia barat.
Babylon, ini adalah ungkapan yang digunakan kaum Rasta terhadap struktur kekuatan politik kulit putih yang telah menindas ras kulit hitam selama berabad-abad jaman dulu, bahkan hingga kini kaum Rasta masih merasa bahwa blacks masih ditindas melalui kemiskinan, buta huruf, ketidak samaan derajat dan penipuan oleh bule. Maka dari itu lawanlah. Stand up melawan kekuatan Babylon. Upaya itu untuk mengingatkan blacks bahwa perjuangan masih panjang.
Lion of Judah merepresentasikan Haile Selassie, sang penakluk. Juga melambangkan raja dari para raja-raja seperti singa sebagai raja dari semua binatang buas. Yang interesting adalah Selassie memiliki cincin Lion of Judah yang kemudian diberikan kepada om Bob sebelum Selassie meninggal. Namun hingga kini keberadaan cincin itu tidak diketahui keberadaannya karena cincinnya menghilang setelah om Bob meninggal.
I and I,Kata-kata I and I sering digunakan dalam keseharian kaum Rasta sebagai pengganti kata "you and I". karena mereka percaya semua orang adalah sama, dan tidak ada keistimewaan dalam kehitupan itu. Semua orang adalah sederajat. Jadi "I and I" kita bersama-sama bersatu dalam satu ikatan pada satu Tuhan yaitu. Jah.
So, now light up the joint man, and dance so I and I will get closer to the Jah.
(Ant)
penulis adalah wartawan sebuah majalah di Jakarta dan vokalis 70's Orgasm Club