TEN BEST VOCALIST OF THE PAST 10 YEARSFOREWORDThese vocalists are rated mainly by their unique and exceptional talent, and also by their ability, in their prime, for vocal control, power, range, articulation, lyrics, phrasing, use of dynamics, plus impact and influence on independent music. Penulis mohon maaf apabila ada pendapat atau penilaian yang dirasa berlawanan dengan keyakinan pembaca, mengingat keterbatasan referensi dan perbendaharaan musik yang dimiliki oleh penulis adalah hal yang harus dimaklumi. Dibawah ini disusun daftar vokalis yang sedapat mungkin mewakili style yang dan dari genre yang berbeda-beda dengan tanpa bermaksud menyudutkan atau menyanjung genre tertentu. Tulisan ini semata-mata dimaksudkan untuk menjadi 'point of reference' bagi pembacanya demi memperkaya pengetahuan dan perbendaharaan pendengar musik sekalian. Selamat Membaca.
10. BRETT ANDERSONA lot of you would probably slagging me off for this one, what is he doing on the list? Some might ask. Hanya segelintir orang yang benar-benar menyadari kelangkaan bakat vokalis yang kita kenal melalui Suede ini, butuh banyak waktu untuk terbiasa dengan lenguhan suara sengaunya. Mungkin secara konvensional vokal Brett terbilang biasa saja, but come on! Who can forget that lush, sensual, androgynous, operatic, cinematic, and yeah, nasally pinched vocals? Dengan keunikan baritone/tenor switch Brett-lah Suede berhasil merevitalisasi britpop invasion (no, it didn't start with Blur, Oasis, or Radiohead - Suede were the forerunner). Dengan gaya glam-rock dan pesona homoerotic-nya, Brett menjadi figur yang paling dipuja baik oleh wanita maupun pria di era 90an. Dalam hal lirik, mungkin ia tidak banyak membawa pengaruh. But look how much impact he implies on our indie-scene hairstyle? A phenomenon.
09. STINA NORDENSTAMSebagian orang mungkin akan bertanya-tanya siapakah gerangan Stina Nordenstam? Meskipun sebenarnya tanpa disadari banyak dari kita yang setidaknya pernah mendengar suara unik vokalis asal Swedia ini. How many of you guys listen to that Romeo & Juliet motion picture soundtrack, or Mew's Frengers album maybe? Vokal childlike dan angelic-nya yang sangat original lah yang membuat Stina diakui dan banyak mendapat perhatian serta tawaran kolaborasi dari sesama musisi. Walaupun seringkali diperbandingkan dengan Bjork, namun secara musikalitas Stina lebih unggul karena lebih berkonsentrasi pada vokal daripada aransemen musiknya sendiri, terbukti dengan teknik produksinya yang selalu minim alat musik dan terkesan rapuh. Stina terkenal sangat mahir dalam hal memanifestasikan berbagai macam emosi dengan suara imut-nya, membuat lirik-lirik yang ia nyanyikan terdengar lebih hidup dan nyata.
08. EDDIE VEDDER
Mengenang masa kejayaan musik grunge, mungkin yang akan muncul di benak kita adalah nama-nama seperti Chris Cornell, Kurt Cobain, atau bahkan Scott Weiland. Sedikit sekali orang yang menyadari bahwa Eddie Vedder dan Pearl Jam lah yang sebenarnya menyulut meledaknya 'Seattle sound' di era 90an. Dengan gaya bernyanyi khas yang dalam bahasa sunda disebut 'ngaheungheum' ini, Vedder sukses melengkapi salah satu revolusi terbesar dalam sejarah musik dengan vokal baritone dan lirik-liriknya yang bahkan lebih 'confessional' dari Dashboard Confessional sekalipun. Ia juga mendapat kehormatan dengan menjadi vokalis untuk proyek reuni band-band legendaris seperti The Doors dan The Who. Gaya vokalnya menjadi salah satu style yang paling banyak ditiru oleh musisi lain seperti Scott Trapp, Daniel Johns, dan bahkan our very own Ariel Peterpan.
07. ZACK DE LA ROCHARage Against The Machine might be the most well respected American act to date. Known equally for their highly innovative sound and rebellious political activism that both successfully revitalized rock music and regained public political awareness. And to that, Zack was found guilty as charged. Jauh sebelum Linkin Park, Korn, dan Limp Bizkit muncul, Zack-lah yang pertama memperkenalkan bernyayi rap dengan iringan musik hard rock atau metal. Selain scream dan growl yang memekakkan telinga, kekuatan Zack terletak pada lirik-liriknya. Slogan dan kritik anti-Amerika yang disajikan dengan sentuhan puitis sukses menumbuhkan kesadaran politik di kalangan pendengarnya termasuk kalangan muda di Indonesia. Idealisme dan kontribusi nyatanya dalam sejumlah isu-isu politik dan sosial membuat Zack selamanya dikenang sebagai 'sang penyuara kebenaran'. Take that, Bono!
06. BETH GIBBONS A look at the pop culture reveals that female singers with chiseled abs, overdone hair, skin-tight pants, shellacking make ups, and candy-like vocals dominated the music industry. Well, Ms. Gibbons isn't about pop. Dengan penampilan pucat, kurus, pendiam, dan selalu berpakaian tertutup, Ia lebih cenderung melambangkan ketertindasan daripada gemerlap gaya hidup vokalis band. Namun ini bukan berarti kemampuan vokalnya bisa disepelekan. Range vokalnya sangat tidak biasa; she can sound like a witch from a fairytale one moment and an opera singer the next. Melodi dan suara ajaibnya lah yang menghantarkan suasana haunting dan dark yang mengalir dalam musik Portishead. Sebagai lyricist, puisi yang mengalun dalam lagu-lagunya menggambarkan depresi dan kesepian yang sangat menyentuh.
05. MATT BELLAMYLukisan memiliki beberapa aliran yang diantaranya ada yang disebut sebagai aliran Impresionisme. Dalam bidang olah vokal, Matthew Bellamy mungkin jadi orang yang paling tepat mewakili aliran diatas (jika memang ada). Matt memiliki visinya sendiri tentang bagaimana mengolah vokalnya menjadi sebuah melodi yang mau tak mau akan melekat di benak setiap pendengarnya, how many singer out there who could actually copy a guitar sound with his voice? (Muscle Museum). Elemen-elemen melankolis, latin, grunge, dan bahkan classic opera diramu dengan teknik dan range vokalnya yang diatas rata-rata, menjadikan gaya bernyanyi Matt sangat sukar untuk ditiru. Have you ever been to a high school band festival before? How many Muse cover act DID get that exact (or at least acceptable) pitch? Fookin' NONE!
04. DANI FILTHVokalis band black metal Craddle of Filth ini terkenal dengan rangenya yang luas dan karakter vokalnya yang sangat beragam. Dani bisa bernyanyi dengan sangat merdu dan halus namun dalam sekejap berubah menjadi geraman kasar yang menakutkan. Ia setidaknya menguasai empat jenis style, suara lembut yang melankolis, vokal goth-opera, growl, dan bahkan suara-suara ‘iblis’ yang kadang terdengar 'mengganggu'. He's the most wicked vocalist in rock, deceivingly majestic and horrifically powerful. Sepanjang karirnya, Dani adalah salah satu vokalis yang pertama kali memperkenalkan double-track vocal recording dalam album-albumnya, belum lagi eksperimen-eksperimennya dengan efek-efek vokal yang sangat inovatif. Sebagai referensi, coba saja dengarkan "At The Gates of Midian". If you don't get goose bumps, then you better check your pulse.
03. ANTONY HEGARTYSound gitar, keyboard, bass, bahkan drum mungkin dapat sedemikian rupa di eksplorasi sehingga mendapat predikat 'eksperimental'. Tapi sejauh apa kita bisa bereksplorasi dengan vokal? Antony adalah salah satu bukti bahwa masih ada orisinalitas dalam dunia tarik suara. He sings like a bluesy opera singer and switches timbre from masculine to feminine in the space of a breath (to thh fact that he is a transvestite). Setiap orang yang mendengar suaranya untuk pertama kali hampir pasti akan dibuat tercengang dan takjub, bukan saja karena keunikan vokalnya tapi juga karena keindahan tekstur dan betapa setiap nada yang ia nyanyikan mewakili emosi yang dalam. Lou Reed bahkan menangis mendengar suara vokalis Antony and The Johnsons ini, If Lou Reed sheds a tear for this enchanting and talented outsider, what chance do we mere mortals have?
02. ELIZABETH FRASERAndai malaikat itu memang benar-benar ada, mungkin kurang lebih suaranya akan terdengar seperti Elizabeth Fraser. Dengan gaya bernyanyi yang sangat istimewa dan hampir seperti glossolalia atau bahkan mouth music, vokalis Cocteau Twins ini sering disebut-sebut sebagai vokalis wanita terbaik se-Britania. Vocal work-nya yang sangat unorthodox dan abstrak, serta lirik-liriknya yang sulit dicerna telah banyak mengundang perdebatan diantara para pengamat musik berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan musik indie yang meluas bahkan hingga ke Indonesia. Suara indahnya bahkan juga diakui oleh dunia sinematografi, dengan kontribusinya dalam dua film awal Lord of The Rings (see Gandalf's lament and the death of Haldir at Helm's Deep) yang sukses membuat suasana dunia peri terkesan nyata dalam film tersebut.
01. JEFF BUCKLEYMungkin tidak begitu banyak orang yang mendengar musik atau bahkan mengenal seorang Jeff Buckley. Mengingat karier bermusiknya yang relatif singkat dan hanya merilis satu album Grace yang sekaligus menjadi epitaph bagi Jeff menyusul kematiannya yang tragis tahun 1997. His first and last album would be the only proof that such raw human emotion and very rare, special talent ever to be captured in music. Hal pertama yang akan disadari ketika kita mendengar suara Jeff adalah betapa dalam ekspresi yang ia curahkan dalam caranya bernyanyi. Range yang luas, falset yang menyayat, dan vibra yang meluluhkan hati menjadikan setiap nada yang ia nyanyikan terasa benar-benar mewakili hati dan jiwanya, seakan-akan musik tidak pernah terdengar begitu jujur dan berkesan. Style-nya yang sangat beragam dari Arabian hingga choir, mewakili influencenya yang terbentang luas dari Led Zeppelin, Van Morrison, hingga penyanyi sufi Nusrat Fateh Ali-Khan. Lirik-lirik tentang cinta dan keindahan yang dicerminkan dalam cerita hidupnya, dinyanyikan dengan pendekatan subyektif yang membuat pendengar merasa benar-benar mengalami apa yang diceritakannya. Jeff Buckley made us felt both vulnerable and invincible; his death was surely a greater loss to music than Hendrix ever was.
Those who almost made it to the list :
Morrissey
Thom Yorke
James Dean Bradfield
Jon Thor Brigisson
Liam Gallagher
Chris Cornell
Kurt Cobain
Annie Lennox
Bjork
Nick Cave
Billy Corgan
Kim Gordon
Nina Gordon
Tori Amos
Damon Albarn
(eko)