Where you can get Encore Magz with free!
Jakarta :
Kansas UI, crooz, error, nanonine, cafe Au Lait, RuangRupa, Cilandak Town Square, Ak'sara, gummo, bloop
Bandung :
347, airplane, soho, ouval, riotic, rocknrollhaircut, rumahbuku, cafeohlala, monik, illustre, arena, dloops, evil, wdzg, entrance, invictus, cosmic, ommonium, disctarra, circlek, tobucil, flashy, zoebookstore, unpad, unpar, anonim, disconnect, evil, let's shop, frontyard, cafehalaman
encore magz juga bisa didapatkan di: Bali, Jogjakarta, Semarang, dan Makasar!
your comments, band demo or you want to place ur ad, contact us :
Jl. Gama no.8 Cigadung Bandung 40191
Phone : (022) 91294696
Email : encore.magz@gmail.com
http://friendster.com/encoremagz
http://myspace.com/encore_magz
(BOOK REVIEW) SPECIES OF SPACES AND OTHER PIECESGeorge Perec, Penguin Books, 1997, 292 pages.
George Perec adalah penulis Prancis yang tergabung di Oulipo (Ouvroir de Littérature Potentielle, atau Workshop of Potential Literature), sebuah paguyuban penulis sinting terkemuka di Paris. Semacam laboratorium struktur literer yang mencari bentuk-bentuk sastra baru yang tumbuh dari sejumlah algoritme. Salah satunya, eksplorasi "palindrome", yakni "susunan kata atau kalimat yang jika dieja dari belakang tetap terbaca sama". Contohnya dalam bahasa Indonesia, "tamat", "kasur rusak", atau "Ira hamil lima hari". Perec bahkan menulis karya palindrome terpanjang yang pernah ditulis manusia, terdiri dari sekitar 5000 kata!
Well, buku Species of Spaces and Other Pieces ini memang bukan dokumen tentang palindrome. Tapi setiap karya Perec tetap layak disimak. Buku ini mengarsipkan tulisan-tulisan Perec yang tersebar di berbagai media sepanjang tahun 1959-1982. Isinya cukup ganjil, baik dari segi tema maupun tampilan.
Seperti judulnya, it's all about... spaces. Perec bermain-main dengan konsep "ruang", dan eksplorasinya seringkali tak terduga. Ketika dia menulis "I write in the margin", kalimat itu pun dicetak di tepi halaman. Begitu juga pada kalimat "I refer to a footnote", diikuti catatan kaki yang 'hanya' berbunyi: "I am very fond of footnotes at the bottom of the page, even if I don't have anything in particular to clarify there."
Apakah Adhitya Mulya keidean dari sini ketika melakukan hal sama di novel Jomblo?
Di bagian lain, ada autobiografi Perec, di mana dia mengulang-ulang penyebutan tanggal lahirnya tanpa alasan yang jelas. Saat menceritakan apartemennya, dia mendaftar nama-nama ruangan di dalamnya, dan apa saja yang dilakukan orang-orang pada jam-jam tertentu. Atau sekadar daftar tentang "Some of the Things I Really Must Do Before I Die", antara lain: belajar main drum, menata rak bukunya, menemukan solusi permainan kubus Rubik (!), dan... mabuk bersama Malcolm Lowry, sastrawan Inggris yang terkenal alkoholik.
Buku ini unik. Seperti mengajak kita merenungkan hal-hal yang sekilas tampak sepele. Kamu punya blog tapi sering kehabisan bahan untuk meng-update? Ide-ide gila Perec di buku ini bisa dijadikan inspirasi. Karena semangatnya mirip: merayakan hal-hal yang tidak penting menjadi penting.
(Budi Warsito)