Where you can get Encore Magz with free!
Jakarta :
Kansas UI, crooz, error, nanonine, cafe Au Lait, RuangRupa, Cilandak Town Square, Ak'sara, gummo, bloop
Bandung :
347, airplane, soho, ouval, riotic, rocknrollhaircut, rumahbuku, cafeohlala, monik, illustre, arena, dloops, evil, wdzg, entrance, invictus, cosmic, ommonium, disctarra, circlek, tobucil, flashy, zoebookstore, unpad, unpar, anonim, disconnect, evil, let's shop, frontyard, cafehalaman
encore magz juga bisa didapatkan di: Bali, Jogjakarta, Semarang, dan Makasar!
your comments, band demo or you want to place ur ad, contact us :
Jl. Gama no.8 Cigadung Bandung 40191
Phone : (022) 91294696
Email : encore.magz@gmail.com
http://friendster.com/encoremagz
http://myspace.com/encore_magz
Artist : Lipgloss
Demo : Pijar
Styles : Alternative Rock/PopBand asal Jakarta ini sudah cukup lama berkiprah di event-event musik lokal, sejak 1998 mereka seringkali mengisi acara diberbagai festival, club, dan acara-acara musik lainnya. Band yang dulunya membawakan lagu-lagu beraliran Brit-Rock seperti Radiohead, Suede, The Cure, Pulp, Morrissey, Muse, Coldplay dll ini mencoba memperkuat eksistensi mereka dengan mengeluarkan demo yang diberi tajuk "Pijar".
Demo ini menurut saya lebih cenderung menjurus pada komersialitas dan berisikan lagu-lagu yang relatif ringan dan minim inovasi dari segi sound, I guess they were aiming more for market and major listener. "Pijar" yang menjadi track pembuka sekaligus track andalan di demo ini berawal dengan intro drum yang mengingatkan kita pada "Spirit Dreams Inside"-nya L'arc~en~Ciel, bahkan vokal Agus pun terdengar sangat terpengaruh oleh gaya bernyanyi Hyde. Sebuah lagu yang menurut saya sangat cocok diputar di radio-radio yang berbasis musik mainstream.
Masih ingat Gin Blossoms dengan hit "Follow You Down"? Verse di track "Tidak Untukmu”"ini entah kenapa sangat mirip dengan lagu diatas. Ditengah-tengah lagu ada aransemen yang cukup menarik, bernuansa goth dengan hammond organ yang drastically merubah mood lagu ini.
Demo ditutup dengan acoustic version dari track "Pijar". Aransemen akustik berhasil membuat track ini terdengar lebih melodius dan 'hangat' dengan dentingan piano dan iringan synth yang sesekali muncul, vokalnya pun terasa lebih natural dan tidak dipaksakan.
Lipgloss cukup matang secara produksi. Mixing-nya tertata rapi, dinamika pada gitar dan bass terdengar jelas, ditambah lagi dengan permainan drum yang cukup baik. Namun dari segi musikalitas Lipgloss tidak begitu berbeda dari band-band mainstream yang ada saat ini, "Pijar" memang cukup menjual, tapi aransemennya sendiri belum menunjukan identitas yang cukup unik untuk memantapkan eksitensi Lipgloss.
(eko)