HUNTING KASET BEKASUSED MUSIC STORE a.k.a DU 68How To Get There
Biasanya kalo kamu tanya ke orang Bandung dimana beli kaset bekas, yang pertama terlintas adalah DU 68 (baca: de-u enam delapan) alias Jln Dipati Ukur No. 68.
Price List
Koleksi kaset bekas dijual dari harga 10 ribu sampai 30 ribu. Ada juga beberapa kaset baru yang dipajang di kotak etalase dengan harga normal (Rp 22 ribu dan sekitarnya). Selain kaset, toko yang dikelola oleh para "imigran" dari Aceh ini juga menjual piringan hitam dan laser disc film dan musik dengan harga 15 ribu sampai 100 ribu.
The Good Thing
Tepat di samping toko ini adalah bagian toko yang khusus menjual compact disc bekas. Harganya berkisar antara 50 ribu hingga 100 ribu. Yang istimewa, di sini tersedia boxed set alias kumpulan album pertama sampai album terakhir dari satu musisi. Misalnya Led Zeppelin The Complete Studio Recordings berisi 10 CD seharga 700 ribu, Bob Dylan seharga 1,2 juta, dan biografi Bob Marley berjudul Marley Legend yang dilengkapi 1 CD seharga 500 ribu rupiah.
The Bad Thing
Tempatnya kurang luas, jadi kalau lagi penuh, harus sabar mengantri untuk melihat-lihat koleksi kasetnya.
Most Wanted
Menurut mas yang jaga, yang paling banyak dibeli adalah kaset-kaset musik beraliran rock, tapi koleksi yang terbanyak adalah kaset pop.
Gudang Kaset AntikHow To Get There
Toko ini, sesuai namanya khusus berjualan kaset antik, tepatnya di kawasan Cipaganti. Untung aja nemu tempat ini, soalnya this place itself is kinda antique. Koleksi yang dijual antik, pemutar kasetnya antik, mas-mas yang jualnya pun antik.
Price List
Harga kaset di sini sekitar 12 ribu sampai 15 ribu untuk kaset Indonesia, dan 15 ribu untuk kaset luar. Ada juga beberapa kaset lama tapi baru yang dijual hanya seharga 15 ribu. Compact Disc dijual 45 ribu sampai 65 ribu, dan piringan hitam Indonesia dan Melayu seharga 15 ribu.
The Good Things
Gudang Kaset Antik ini khusus menjual kaset-kaset superjadul, rata-rata rilisan tahun 70an. Salah satu koleksi yang mereka banggakan adalah kaset-kaset rilisan YESS, sebuah perusahaan 'rekaman' asal Bandung tempo doeloe yang meng-compile dan merekam album-album artis luar. Sebenernya bisa dibilang ngebajak sih, tapi niat banget. Sampai-sampai bikin cover sendiri dan di covernya ditempel foto musisi tsb yang kayaknya ngegunting dari majalah. Hehe.
But it's very collectible. Dan katanya mereka 'membajak' menggunakan pita Maxwell yang mana pada taun 70an tuh udah paling canggih dan sampe sekarang kualitas rekamannya masih bagus.
The Bad Thing
Meskipun antik, tapi jangan heran kalau di sini kamu nemu kaset Peterpan, Suede, dan beberapa kaset yang belum tergolong antik. Mas Rizal bilang, sejak berdiri 2 bulan yang lalu, mereka cuman jual kaset antik. Tapi suatu hari ada anak-anak SMA yang datang dan nanya, "Mas, ada Oasis?". Sejak saat itulah Gudang Kaset Antik terpaksa memenuhi permintaan pasar dengan berjualan kaset-kaset modern.
Most Wanted
Ya kaset super jadul itu itu, dan menurut Mas Rizal yang lagi jaga toko, konsumen mereka kebanyakan memang bapak-bapak dan ibu-ibu yang hidup di jaman kejayaan YESS yang ingin bernostalgia. Halah!
Bursa MusikHow To Get There
Tempat ini sebenernya terkenal, tapi agak susah nyarinya karena letaknya ada di dalam sebuah gedung di Jalan Asia Afrika. Cari aja kantor pos pusat di jalan Asia Afrika, dan ngga jauh dari situ ada satu bangunan yang namanya Dezon. Bangunan ini dipakai untuk jualan baju ala Pasar Gedebage, dan agak ke dalam sedikit kamu bakal nemu satu pojokan full music dan penuh poster, yang biasanya rame oleh pengunjung yang nyari kaset bekas.
Price List
Harga piringan hitam Indonesia 20 ribu, yang luar mulai 25 ribu sampai 100 ribu. Sedangkan harga kaset sama dengan di tempat lain.
The Good Things
Koleksi toko yang udah berdiri selama 2 tahun ini sejenis dengan koleksi di Gudang Kaset Antik, tapi agak lebih ngerock. Hehe. Di sini juga koleksi piringan hitamnya lebih lengkap, dari mulai Bimbo Junior (imagine that! Bimbo, tapi jaman dahulu kala waktu mereka masih anak-anak) sampai Fourtops dan The Louvin Brothers.
The Bad Thing
Etalasenya agak menyulitkan untuk browsing kaset dan CD.
Jalan Dewi SartikaHow To Get There
Di sepanjang jalan Dewi Sartika , tepatnya di depan Wartel, kamu bisa nemu banyak penjual kaset bekas. Tempat ini bisa dibilang cikal bakal toko kaset bekas yang lain, karena konon dulu sebelum DU 68 punya toko sendiri, pemiliknya jualan di jalan Dewi Sartika juga.
Price List
Selain kaset-kaset luar dan band-band Indonesia, di sini kita juga nemu EP-nya Jelly Belly, albumnya Puppen, Closehead, Injected, Gorgeous Smile, dan album-album lain yang biasanya kita liat di distro. Dari harga 15 ribu, setelah ditawar akhirnya jadi 12 ribu.
The Good Thing
Penjualnya baik karena bisa ditawar harganya, seorang teman yang ikut hunting sekalian nyari kasetnya Rolling Stones akhirnya berhasil dapet di sini.
The Bad Thing
Kurang komplit karena enggak ada CD dan plat.
Jalan CihapitHow To Get There
Berada di kawasan Cilaki, yang kalau malam hari, banyak banget tempat makan enak yang murah. Tepatnya tempat ini ada di sekitar Riau.
Price List
Di Cihapit harga kaset berkisar 10 sampai 15ribu dan buat koleksi yang jarang berkisar antara 20ribu perkeping. Sedangkan CD berkisar antara 30 sampai 50ribu dan yang jarang berkisar 75ribu dan 100ribu. Kalau untuk harga DVD lain lagi, DVD berkisar 35ribu-45ribu. Yang unik di sini masih dijual PH (Piringan Hitam) dan harganya berkisar 15ribu sampai 50ribu!
The Good Things
CD dan kaset yang dijual bermacam-macam jenis, dari musik classic rock, pop, jazz, hingga musik-musik underground pun ada. Contohnya Mas Yor, dia sudah menjual CD dan DVD underground sudah lama sekali, sekitar 10 tahunan, dan dia hanya menyediakan cd & dvd yang beraliran metal saja, tetapi ada sedikit yang beraliran rock.
The Bad Thing
Tempatnya agak kumuh dan jarak antara penjual yang satu dengan yang lainnya berjauhan.
Yang Banyak Dicari
Karena koleksinya lebih lengkap dan kualitasnya bagus, banyak pilihan (tempat jual-beli cd & kaset tidak hanya satu). Selain tempat jual-beli cd dan kaset, ada juga tempat jual-beli tape, sepatu, pakaian dll. Tempatnya teduh, banyak pohon dan strategis. Adem!
Jalan SurabayaHow To Get There
Sesuai namanya, tempat ini emang ada di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat. Daerah ini masih termasuk kawasan Menteng. Tepatnya, di belakang Stasiun Cikini. Kendaraan yang lewat daerah ini, antara lain: AC 76 jurusan Ciputat-Senen, AC 08 jurusan Blok M-Pulo Gadung, Metro Mini 66 jurusan Blok M-Manggarai.
Price List
Karena tokonya banyak, maka harga tiap toko beda-beda. Tapi, kurang lebih standar harganya sama. Untuk kaset, harganya berkisar antara 5 sampe 10ribu. Kalau CD, kisaran harganya antara 30 sampe 90 ribu. Tergantung langka atau enggaknya itu album. Nah kalo untuk plat, harganya termasuk murah, yaitu antara 10 sampe 50 ribu. Kuncinya mah kita harus jago ngelobi abang-abangnya biar dapet murah!
The Good Things
Tempatnya enak. Kios-kios di pinggir jalan raya teratur. Banyak pohonnya pula. Tempat yang enak diliat mata. Koleksi albumnya variatif. Mulai dari jazz, classic, rock, instrumen, alternative, sampe pop ada semua. Dari yang udah lawas banget ampe yang tergolong baru ada di sini. Bahkan album Jazz Masa Kini juga udah ada. Kalo jeli dan telaten, kita bisa nemu album bagus dan langka.
The Bad Thing
Tempatnya relatif jauh. Kalo gak punya kendaraan mesti ribet dikit. Kendaraan yang lewat sini gak terlalu banyak. Satu lagi. Karena keterbatasan tempat, pengaturan etalasenya kurang oke. Dibutuhkan kejelian dan ketelitian kalo kita pengen dapet album yang bagus.
Yang Banyak Dicari
Album jazz di sini tergolong banyak. Jadi, kalau mau nyari album-album jazz langka, di sini tempatnya! Oh iya, selain dikenal sebagai tempat jualan kaset/CD bekas, tempat ini juga dikenal sebagai pusat barang-barang antik di Jakarta. Di sini kita juga bisa hunting tas, koper, patung, ukir-ukiran, dan barang kerajinan khas Indonesia lainnya. Jadi jangan heran kalo kita bakal ketemu bule-bule di sini.
Jendela Info!
• Awalnya, tempat jualan CD dan kaset bekas di seluruh kota Bandung, ada di daerah Cihapit. Lalu berkembang ke daerah seperti DU 68, Cipaganti, Dewi Sartika, Dezon(Alun-Alun) dan Kopo. Pada dekade 80-90 an para penjual CD dan kaset bekas, masih terpusat di Cihapit, tetapi ketika dari awal tahun 2000-2006an mereka semua menyebar.