White Shoes and The Couples Company Goes To Bangkok!Hari Pertama
Setelah melalui 3,5 jam perjalanan melalui Thai Airlines, akhirnya kami tiba di Bangkok. Tepatnya di Bandara Internasional Svarnabhumi (Land of Gold), seketika juga rasa lelah selama perjalanan hilang karena melihat kemegahan salah satu airport terbesar di dunia.
Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh panitia dari Melody of Life dan menurut gue ini sambutan yang sangat eksklusif bagi White Shoes and The Couples Company (WSATCC), karena kita dijemput menggunakan 2 buah mini bus mercy yang sangat wahh! Norak banget kita deh pokoknya, soalnya jarang-jarang banget nih!
Selama perjalanan dari airport menuju ke hotel kami selalu melihat pemandangan di mana semua orang mengenakan baju kuning. Ternyata menurut LO kita, Palm, ternyata Senin adalah hari kelahiran sang raja thailand, Bumibol Abdulyadez. Untuk menyatakan rasa cinta kepada sang raja maka mereka selalu mengenakan baju berwarna kuning dengan emblem kerajaan dan dengan slogan "LONG LIVE THE KING".
Sambil melihat-lihat keadaan di kota Bangkok waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, tak terasa kami sudah tiba di Florida Hotel yang terletak di jalan Phaya
Thai Road. Sebuah hotel yang sangat vintage di kawasan distrik modern, kunci kamar hotelnya pun seperti kunci biasa.
Ternyata itu memang hotel tua yang dibangun di tahun 70-an, dan tidak berubah sampai sekarang. Yang lucu adalah di kartu nama hotel pun tertulis "FLORIDA HOTEL, A MODERN HOTEL IN BANGKOK". Well, hotel ini mungkin memang modern di tahun 70-an, tapi tidak sekarang.
Setelah berisitirahat sebentar, kami pun langsung menuju ke Spoon Restaurant yang terletak di jalan Saladaeng untuk perjamuan makan malam oleh pihak Spicy Disc (panitia yang mengundang WSATCC) .
Karena di sini juga tersedia sebuah space dari Spicy Disc untuk menjual berbagai macam cd dan merchandise dengan harga yang sangat murah, hehehe belanja bokk!
Setelah itu, kami mendapatkan undangan dari DJ Nor untuk melihat atau menyaksikan dia ber-DJ di sebuah klub di kawasan Rama IX road yang merupakan kawasan dugem.
Hari kedua
Hari ini acara bebas. Maka gua memanfaatkan waktu kosong ini untuk berjalan-jalan bersama istriku and John menuju ke kedutaan besar Indonesia guna menanyakan sebuah map. Terus baru kita ke Pratunam Market. Tempat ini adalah sebuah traditional market yang menjual segala pernak-pernik dari mulai t-shirt sampai peralatan berat dengan harga yang sangat murah dikarenakan tidak adanya turis yang datang ke sini. Menurut instruksi dari Tuan Ameng, kami harus kumpul di hotel tepat pukul lima sore. Tapi ada kejadian yang sedikit menjengkelkan. Gara-gara ulah sok tau John, kami tersesat.
Alhasil waktu kita untuk kembali ke hotel menjadi tersendat, sedikit hopeless akhirnya saya bertanya pada sopir tuk-tuk (bajaj tradisional) untuk mengantarkan kami ke hotel Florida dengan dikenakan biaya 60 baht. Akhirnya kami sampai! Dan malamnya kami pergi menuju ke Khaosan Road. Ini adalah surga bagi para backpackers karena hampir semua backpackers berkumpul di sini. Khaosan Road juga tempat penjualan dan bar and restoran. Mungkin kamu kalau masih ingat, tempat ini ada pada film The Beach..
Sampai di sana, kami menuju ke restoran, di sini disajikan belalang goreng, dan Lili dan John memakannya. Setelah selesai makan malam, kami belanja lagi! Yang menarik dengan Bangkok adalah selain barangnya murah dan bagus-bagus, penjualnya pun "bagus-bagus". Itu yang membuat hati saya senang untuk menawar barang selama-lamanya. Akhirnya setelah kumpul, kami pun kembali ke hotel dengan menggunakan tuk-tuk sambil menikmati indahnya malam di Bangkok tanpa kemacetan.
Hari ketiga
Sebenernya sih masih ngantuk, tapi Tuan Indra Ameng mengharuskan kita untuk sarapan di hotel sambil merencanakan apa yang akan kita lakukan nanti. Ini adalah hari yang sangat gua nantikan karena hari ini WSATCC akan melakukan sebuah perform dengan set yang berbeda yaitu akustik session di Spoon Restaurant dan kami akan bermain bersama local indie band called Bear Garden dan untuk pertama kalinya dapat melihat audience kota Bangkok.
Tapi sebelum kami semua mulai perform di sana, kami bersama berunding untuk pergi mengunjungi night market Patpong. Kami semua tetap berangkat ke sana melalui BTS (sky train), melalui stasiun Phaya Thai menuju ke stasiun Ploenchiet, dan akhirnya kita pun sampai di Patpong. Seperti dugaan saya keadaannya sepi dan hanya beberapa toko yang buka.
Tepat jam enam sore kami pun tiba di Spoon untuk melakukan sound check, dan ternyata enak banget. Karena kali ini WSATCC dibantu oleh seorang musisi senior, front man dari sebuah band jazz bernama Simak Dialog. Yah, dia adalah seorang Riza Arshad di divisi sound engineer. Tampak sekali tidak ada masalah yang berarti
dalam sound check kami. Dan kami juga dibantu oleh seorang additional musician bernama Donny Hermawan, pada klarinet dan saxs. Bagi saya dia adalah salah satu pemain klarinet terbaik di Indonesia. I love you, Donny!
Tepat jam 9.30 acara dimulai. Acara yang bertitel Bear in White Shoes Live, dimulai oleh Bear Garden yang membawakan enam atau tujuh lagu yang dua diantaranya saya pernah mendengarkan di myspace, which called "La La is Love" dan "Hot",
keduanya menjadi favorit saya.
Setelah puas melihat performa dari Bear Garden tiba giliran WSATCC naik ke atas panggung. Pada performa kali ini, WSATCC akan memainkan tujuh repertoar yang dimulai dengan "Nothing To Fear" versi baru, dan pada performance kali ini. WSATCC membawakan cover version dari lagu "Coklat" (Pure Saturday), "I Found Love" (The Free Design), dan "Aksi Kucing" (Oe Yok Siang), dan beberapa lagu sendiri, diantaranya "Tentang Cita", "Kapiten dan Gadis Desa".
Tiba pada lagu terakhir yaitu "Aksi Kucing" yang akan menutup performa pada malam itu, tetapi tentunya sebuah encore terdengar. Kami terkejut ketika para
audience Bangkok meneriakkan judul lagu "Windu Defrina" dan "Runaway Song".
Jadi akhirnya kami memainkan lagu "Windu Defrina" lalu mereka masih meneriakkan "Topstar..Topstar!"
Jahat sepertinya kalau tidak memberikan satu lagu untuk mereka. Jadilah "Topstar" sebagai penutup. Maka selesailah performance WSATCC pada malam itu, yang menurut kita terhitung sedikit memuaskan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan DJ-Djan mengingatkan kita pada masa-masa kejayaan Parc. Djnya Rio, Sari, Ale dan dari Thailand Dj Nor, (Universal Sound). Lalu kita kembali ke hotel.
Hari keempat
Selesai sarapan di Restoran Tampa, kami kembali ke kamar masing-masing. Karena kamar gua dan kamar Sari bersebelahan dan mempunyai connecting door di dalamnya, maka setiap sehabis sarapan atau bepergian gua selalu membuka connecting door dan ternyata terjadi sebuah hal yang tidak mengenakkan karena ternyata dompet Sari telah hilang disaat kami semua sarapan.
Dompet itu berisi sebuah tiket pesawat dan kartu keimigrasian yang pasti akan sangat susah ngurusnya. Alhasil kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya batal karena sebagian dari kami harus mengurus ke kantor polisi dengan dibantu oleh LO kita, Saudara Palm. Setelah semua selesai, kita langsung menuju ke Fat Radio yang terletak Royal City Avenue.
Semula gua berpikiran bahwa kita akan bermain akustik set seperti kebanyakan radio lainnya di Jakarta. Tapi ternyata itu semua berubah, kita bermain layaknya berada di studio rekaman 24 track lengkap dengan peralatan sound yang canggih dan keren. WSATCC merekam empat lagu untuk Fat Radio di antaranya "Windu Defrina", "Sunday Memory Lane", "Senandung Maaf", dan satu buah lagu cover version berjudul "Mesin Waktu" dari Naif.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam enam sore, kami langsung bergegas pulang ke hotel untuk membawa pakaian untuk live interview dan akustik session di
MTV Thailand pada malam harinya.
Untuk live interview dan accustic session MTV Thai WSATCC membawakan dua buah lagu yaitu "Sunday Memory Lane" dan "Windu Defrina". Di tengah-tengah wawancara, VJ-nya memberitahu kami, bahwa video klip WSATCC akan diputar. Ternyata, sebelumnya, video klip WSATCC memang lumayan sering diputar di MTV Thai. Hehehe.
Selesai dari MTV, kami melanjutkan perjalanan kami ke Patpong Night Market untuk belanja beberapa kaus t-shirt film.
Hari kelima
Pihak panitia merencanakan untuk pindah hotel, karena ketakutan akan kehilangan-kehilangan yang tidak diinginkan akhirnya kami pun menuruti saran dari panitia untuk pindah hotel .
Tepat pukul 1 siang kita di jemput oleh panitia untuk pindah ke sebuah hotel yang bernama Chateu de Bangkok di bilangan jalan Ruam Rudi 1 Ploencit Lumpini.
Sebuah hotel yang sangat mewah dengan interior khas eropa heehuheekkkk. Tetapi sebelumnya kami melakukan beberapa photo session di hotel Florida. Sesampainya di hotel yang baru kita semua langsung beristirahat di kamar masing-masing karena pada malam harinya kami semua harus mengikuti sebuah acara seremonial untuk pembukaan dari Melody of Life yang bertempat di Central World Plaza .
Hari keenam
Kali ini kita sarapan di Paparazi. Lumayan, karena kita sudah bosen dengan menu sosis lagi, sosis lagi. Yang spesial di pagi ini adalah karena kita sarapan bersama Orwel sebuah band indie pop yang berasal dari Perancis, dan ternyata orang-orangnya sangat ramah-ramah sekali .
Setelah sarapan kita harus melakukan sound check yang dijadwalkan pada pukul 12 siang. Yah hari yang ditunggu-tunggu akhirnya dateng juga, gak sabar mau cepet-cepet sampe ke venue untuk melakukan sound check .
Sound check WSATCC kali ini dibantu oleh Tn.Riza Arshad, Jarot serta Miss Lily dan semua berjalan sempurna. Kami semua terkagum-kagum oleh kesigapan dari stage manager beserta para crewnya. Apapun yang kita keluhkan langsung disigapi secara profesional dan masing-masing dari personel mendapat jatah crew 1 orang untuk membantu kami di stage .
Selesai sound check, gue, Mela dan Ale melakukan sedikit sesi pelemasan badan menikmati Jacuzzi selama beberapa jam.
Pukul 8 malam akhirnya kami pun bergegas ke lobi hotel karena pihak panitia menunggu. Sesampainya di venue kami langsung menuju ke backstage di mana band yang main pada saat itu adalah "Aparterment Khunpha".
Yah gaya berpakaian vokalis nya mengingatkan gue pada seorang Jimi Upstairs. Celana merah merecet plus sepatu All Star. Lagi asyik ngeliat performance dari "Aparterment Khunpha" tiba-tiba terdengar suara orang berteriak "WSATCC mau foto dong!" Kita semua kaget. Akhirnya kita ketemu sama orang Indonesia hehehehhehehuehueekk Wah senangnya tak terkira akhirnya UHUYY!
Tiba saatnya kita harus naek ke stage. dengan perasaan sedikit gugup kami menaiki stage yang megah. Yak lanjut langsung aja "Intro" disambung dengan "Sabda Alam", "Kapiten dan Gadis desa", "Sunday Memory Lane". Total WSATCC memainkan sekitar 12 lagu dan kami bermain sangat rileks sekali mungkin aura yang di keluarkan oleh kami sedang pada puncaknya pada malam itu.
Yah mudah-mudahan kami meninggalkan kesan yang mendalam pada audiens di Bangkok. Akhirnya tugas sudah selesai di laksanakan setidaknya kami puas akan pertunjukan malam ini. Dan itu semua tak lepas dari bantuan dari Tn. Indra Ameng as our Manager , Tn.Riza Arshad, Mas Jarot, Miss Lily, our additional musician Dony dan tentunya kepada Palm dan Dj Nor .
Selesai maen kami semua di haruskan mengikuti sebuah party di spoon restorant bersama para musisi dan band pengisi dari festival Melody of Life. Ini adalah party yang sangat gokil sekali semua berbaur menjadi satu hingga pukul 5 pagi .
Hari ketujuh
Hari yang paling kami nanti-nantikan, karena kami akan pergi untuk berbelanja ke sebuah pasar yang sangat legendaris. Hehheheee ya itu adalah CATUCAK Weekend
Market, ya pasar ini cuma buka pada ari Sabtu dan Minggu .
Kami semua berangkat dari hotel pada pukul 12 siang menuju Catucak dengan menaiki skytrain dari stasiun Ploenchiet menuju ke stasiun trakhir ke arah utara
Bangkok. Dan ternyata pasar Catucak itu gede banget akhirnya kami semua berpencar karena udah gak tahan mau belanja huheueekkk dan tidak lupa untuk berkumpul lagi di Clock Tower pada pukul 5 sore . Puas belanja-belanja akhirnya kita semua pulang ke hotel dengan rasa senang plus sedih karena besok pagi-pagi sekali kita haru s menuju ke Airport..
Ok sekian yaaaa "Selamat tinggal di laen kesempatan" ehuheuheekkkk!
(Ricky Surya Virgana)
Penulis adalah bassis dari White Shoes and The Couples Company